BERITA

IDEAKSI: Analisis Temuan Penelitian dan Pengembangan Proposal Inovasi


Workshop Inovasi IDEAKSI kembali digelar (29/06 & 30/06) untuk memperdalam pengetahuan para inovator lokal dalam menciptakan inovasi inklusif berbasis masyarakat. Dalam Workshop yang bertajuk  Analisis Temuan Penelitian dan Pengembangan Proposal Inovasi, 15 kelompok inovator lokal melakukan presentasi hasil temuan penelitian di lapangan dan mempelajari ilmu-ilmu baik terkait model bisnis, membangun kemitraan inovasi berbasis masyarakat, prototype inovasi dan desain inklusi, serta mengikuti sesi mentoring dari mentor-mentor yang ahli di bidang sesuai tema inovasi yang direncanakan oleh kelompok.


Cerita Di Balik Program IDEAKSI

 

Solider.id - Program Ideaksi yang digagas dan diselenggarakan oleh YEU bersama dengan Elrha, Start Network, ADRRN telah memasuki workshop kedua, yakni terkait Peta Pengetahuan, Peta Aktor dan Perencanaan Penelitian. Sebelum itu, sebenarnya apa hal yang melatarbelakangi YEU menyelenggarakan Program Ideaksi ini. Untuk mengulik lebih dalam, melalui sambungan Whatsapp pada Rabu (26/5) lalu, Debora Dian Utami, selaku project manager dari Program Ideaksi, angkat bicara terkait hal tersebut.

 

IDEAKSI: Workshop Pemaparan Inklusi, Pemetaan Pengetahuan dan Aktor


Workshop Kedua Inovasi IDEAKSI (ide inovasi aksi inklusi) YEU diselenggarakan secara daring pada Rabu, 2 Juni 2021. Sesi pertama diawali oleh Ratna Susi, penasihat inklusi dalam tim IDEAKSI YEU yang menyampaikan materi Pemaparan Standar Inklusi Kemanusiaan. Ibu Susi mengawalinya dengan sejarah mengapa standar inklusi ini dibutuhkan. Pada 1994, terjadi kasus pembantaian etnis atau genosida di Rwanda, Afrika Tengah, yang menyebabkan sekitar 800,000 jiwa meninggal dalam genosida tersebut. Banyak bantuan kemanusiaan dari berbagai dunia yang datang, namun bantuan-bantuan tersebut malah memperburuk situasi dalam dampak penanganan peristiwa tersebut.


IDEAKSI: Inovasi Kebencanaan Berbasis Masyarakat Yang Inklusi


“Gempa bumi adalah fenomena alam, namun tidak semua fenomena alam adalah bencana. Gempa bumi tidak mematikan tetapi bangunan runtuh adalah yang menyebabkan korban dan kemudian disebut sebagai bencana”, demikian ungkap Dr. Raditya Jati, Plt. Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Workshop Inovasi: Identifikasi Permasalahan Penanggulangan Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh YAKKUM Emergency Unit (YEU) bersama Elrha, Start Network, dan ADRRN. Workshop daring ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan 15 tahun Gempa Yogyakarta (26/05/21) dan acara dimulai dengan mengheningkan cipta untuk mengenang kejadian Gempa Yogyakarta tersebut.