PENSILTERBANG

Berdiri sejak 1997, Pensilterbang Jogja Art Community bergerak di bidang kreatifitas seni budaya, pemberdayaan ekonomi warga, dan sosiopreunership berbasis nilai-nilai inklusi sosial. Pada tahun 1997 – 2000, pensilterbang fokus pada industri komik, karikatur, dan illustrasi. Pada tahun 2000, pensilterbang mengembangkan aktivitasnya pemberdayaan industri kerajinan (lilin hias, keramik, aneka kerang, dan lain-lain) yang mengakomodir 50 anak muda di 7 kampung. Sejak tahun 2007, komunitas ini juga memfasilitasi peningkatan kapasitas belajar bagi anak-anak dari keluarga kelompok rentan seperti, memprakarsasi sejumlah taman bacaan masyarakat, bimbingan belajar, dan membuka donasi beasiswa. Pada tahun 2012, komunitas ini semakin mengukuhkan dirinya sebagai sanggar kreativitas bagi remaja dan pemuda melalui aktivitas seni, budaya dan sosial yang peduli pada isu inklusi sosial (membuat beberapa event: pameran, kompetisi, diskusi, film, podcast, penggalangan dana sosial, dan lain-lain).

 

Ide inovasi inklusi untuk kompetisi IDEAKSI: Pembuatan desain dan contoh produk tas siaga bencana (disaster bag) sebagai perlengkapan dasar setiap keluarga.

 

Tentang inovasi: Tas Siaga Bencana (TSB) merupakan perlengkapan kesiapsiagaan bagi setiap keluarga dalam menghadapi situasi bencana atau kondisi darurat lainnya. Produk TSB dirancang sebagai wadah multifungsi untuk mengakomodasi kebutuhan dasar / darurat anggota keluarga dan mudah dibawa / dipindahkan selama proses evakuasi. Ide kebutuhan TSB tersebut menjadi temuan dan rekomendasi berbagai pihak, salah satunya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Buku Saku Ketahanan Terhadap Bencana. Namun secara teknis belum dioperasionalkan dalam bentuk barang yang dapat diuji, digunakan, atau diproduksi secara massal. Bahan baku TSB didekatkan dengan bahan yang mudah didapat dan proses produksinya juga dapat dilakukan oleh usaha mikro kecil yang menjadi mitra Komunitas PENSILTERBANG.